Cara Membersihkan BI Checking agar Pengajuan Kredit Diterima

Setiap pengajuan kredit berkelanjutan ke bank membutuhkan Pemeriksaan BI. Baik itu pinjaman tanpa jaminan (KTA), pinjaman kepemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan bermotor (KKB), atau kartu kredit, tinjauan BI akan dikonfirmasi. BI Checking adalah riwayat informasi debitur individu (UID) yang mencatat pembayaran kredit sederhana (salah) (billing). Singkatnya, BI Checking merupakan faktor yang menentukan kinerja kreditur.

Sejumlah besar kreditur berpotensi frustasi karena pengajuan kreditnya ditolak oleh bank akibat pemeriksaan BI. Menurut Siti (23), seorang pekerja swasta di Jakarta kaget sekaligus kaget setelah pengajuan kreditnya ditolak. Kemudian dia langsung bertanya apa alasan pertunjukan itu. Rupanya BI mengalami masalah ini.

Setelah mendengar penjelasan pihak bank, Siti teringat akan tunggakan yang telah ia bayarkan selama dua bulan. Agar Pemeriksaan BI “tercemar” atau masuk daftar hitam dalam Pemeriksaan BI, Siti harus melakukan beberapa operasi seperti prosedur pemutihan. Bagaimana prosedurnya? Namun sebelum kita masuk ke penjelasannya ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu pengendalian BI.

Sebagaimana dikemukakan sebelumnya, Cek BI adalah catatan informasi kredit (kumpulan) pembayaran berjalan atau tidak terkait yang terdapat dalam sistem informasi debet (SID). Perhatikan bahwa SID ini adalah sistem yang berisi informasi debitur dan kredit yang akan ditukar dengan lembaga keuangan lain.

Sebagaimana tercantum dalam situs resmi BI, Cek BI atau IDI secara historis menjaga identitas debitur, pemilik dan pengurus, fasilitas pemberian dana atau pinjaman yang diterima, penjaminan, penjamin dan penagihan. Seluruh informasi BI Inspeksi dapat diakses oleh lembaga keuangan, perbankan maupun non-bank, 24 jam sehari, selama mereka terdaftar sebagai anggota kantor informasi perkreditan.

Dengan Sistem Informasi Debitur, staf informasi perkreditan dapat memberikan informasi rinci kepada BI tentang kreditor atau pembeli secara bulanan. Semua data debitur yang dikumpulkan disimpan di SID untuk diproses. Jika ada yang mengajukan permohonan pemeriksaan BI atau riwayat UID, maka SID yang sudah diproses akan diberikan kemudian.

Seberapa baik atau buruk potensi utang Cek BI adalah nilai yang ditunjukkan sebagai skor kredit atau skor kutipan. Penentuan skor kredit dapat ditemukan dalam daftar kreditor potensial (pengambil kredit). Nilai kredit yang diberikan berkisar antara 1 sampai 5. Berikut ini kelompok kategori kredit berdasarkan nilai yang diperoleh dalam ujian BI.

Nilai 1: Kredit lancar, artinya debitur selalu memenuhi kewajiban membayar angsuran bulanan disertai bunganya sampai saat ini.
Nilai 2: Kredit DPK atau kredit perhatian khusus, artinya debitur terlambat mencicil 1-90 hari
Nilai 3: Kredit Gangguan, artinya debitur terdaftar dengan kredit yang belum dibayar 91-120 hari
Nilai 4: kredit macet, artinya peminjam telah menunggak pembayaran pinjaman 121-180 hari
Nilai 5: Kredit macet, artinya debitur terdaftar telah menunggak lebih dari 180 hari

Dari skor 1-5, bank akan menolak pengajuan kredit bagi calon pemberi pinjaman yang dalam Ujian BI-nya memiliki skor 3, skor 4 dan 5 yang tentu saja masuk dalam Daftar Hitam Daftar Hitam BI. Pasalnya, bank tidak mau mengambil risiko jika pinjaman yang diberikan bermasalah atau nilainya menurun.

Perhatikan bahwa kredit macet (kredit macet) merupakan indikator penting yang digunakan untuk mengukur kesehatan bank. Adanya kredit macet telah menyebabkan penurunan permodalan bank, yang selanjutnya akan mempengaruhi penawaran kredit di masa yang akan datang.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *